MATERI MT

Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan nilai seseorang. Pendidikan merupakan sebuah proses panjang. Dalam arti luas , pendidikan dimulai sejak manusia dilahirkan sampai manusia dimakamkan, atau lebih akrab dikenal dengan lifetime education. Sedangkan dalam arti sempit, pendidikan dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan yang melakukan proses pendidikan.

TPQ merupakan salah satu lembaga pendidikan yang focus terhadap ilmu agama dan mempunyai peran penting dalam membangun umat. Generasi penerus yang Alim, Faham dan Mandiri diharapkan dapat lahir dari TPQ yang mempunyai system pendidikan yang baik.

Guru atau Mubaligh/Mubalighoh adalah salah satu bagian terpenting dari system pendidkan TPQ. Kemampuan dalam men-translete (menyampaikan) ilmu menjadi tolak ukur kualitas seorang guru. Cara mengajar yang efektif dan menyenangkan menjadi hal yang urgent (mendesak) untuk disampaikan guna meningkatkan nilai seorang guru. 

Guru yang meningkat nilainya diharapkan dapat memberi pelajaran dan pengarahan yang baik terhadap siswa yang diajar, sehingga seiring dengan semakin berkualitas nya seorang guru diiringi pula dengan semakin berkualitasnya semua siswa.

·         Apakah anda pernah menjadi siswa ?

·         Ada berapa guru yang telah mengajar anda?

·         Sebutkan lima guru yang anda ingat !

Kenapa anda mengingatnya?

·         Sebutkan lima guru yang anda lupa !

Kenapa anda melupakannya ?

Bukankah beliau semua adalah guru anda yang mempengaruhi kehidupan anda sehingga anda 
Menjadi seperti sekarang ?


Apakah anda sebagai guru (mubaligh/mubalighot) ingin bernasib sama seperti beliau (yang anda lupakan) ?

Jika tidak mau, apa yang harus anda lakukan ?

Kuncinya adalah Bagaimana menjadi Guru yang Professional ?, yang bisa mengajar efektif dan menyenangkan serta selalu di ingat oleh siswa, sekarang, besok, lusa, sampai yang akan datang.

Anda mubaligh/mubalighot ?

Banggakah anda hingga saat ini bisa menyampaikan ilmu agama (red : Qur`an Hadits) ?

Jika ya, anda termasuk orang yang beruntung.Why ???

Silahkan Check di bawah ini !

1.    Anda adalah sebaik-baiknya manusia
2.    Anda menjadi pewaris para Nabi
3.    Anda mendapat Rahmat dari Allah
4.    Anda mendapat passive income (pemasukan yang diperoleh tanpa harus melakukan usaha)

Menjadi  Mubaligh/Mubalighot ternyata g’ mudah lho, banyak tantangannya.
Ga’ Percaya ? check lagi di bawah ini !

1.    “Westermind” n kapitalis : mengukur segalanya dengan uang
Tuntutan zaman yang serba modern dan pola hidup konsumtif secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir untuk selalu mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dan menganggap bahwa segala sesuatu harus dibayar dengan uang yang sebanding dengan kerja kerasnya. 

2.    Cepat bosan dan menyerah
Kegiatan mengajar yang terus menerus dan berbagai permasalahan menyebabkan kebosanan dan sifat mudah menyerah.

3.    Menyalahkan orang lain
“Mubaligh paling benar sedangkan orang lain sering dianggap berbuat salah” adalah pernyataan yang salah dan ini harus dihindari.

4.    Pembenaran terhadap kesalahan dan kemalasan
Sering kali mubaligh-mublighot berbuat salah namun dengan ilmu yang dia miliki dan salah pemahaman akhirnya berusaha mencari dasar/dalil untuk membenarkan tindakan yang salah.
Mubaligh/Mubalighot adalah orang yang mulia , maka Jagalah kemuliaan tersebut dengan tetap menagajar dan memberi contoh yang baik bagi siswa kita.
OK , sekarang kita masuk ke dalam kelas…

Survey membuktikan siswa yang belajar di dalam kelas (saat pengajian), sering kali merasa : Bete ,Bosan ,Stres ,Jenuh ,Malas ,Pelajaran susah ,Guru Galak.
Setelah dilakukan penelitian , ternyata ada 3 faktor penyebabnya :

1.    Mubaligh/Mubalighot

·         Kurang perhatian
·         Kurang kreatif
·         Kurang senyum
·         Datang terlambat
·         Kurang persiapan 
·         Galak
·         Posisi mengajar yang kurang tepat
·         Tidak rapi 

2.    Siswa

·         Belum makan
·         Terlambat
·         Tidak membawa buku/materi
·         Sering diejek
·         Sering dimarahi
·         Posisi duduk tidak tepat 

3.    Kelas (Tempat Mengaji)

·         Kurang nyaman
·         Kurang pencahayaan
·         Kurang bersih
·         Kurang hiasan
·         Papan tulisnya rusak
·         Alat Peraga Rusak

Masalah yang dihadapi siswa merupakan sesuatu  yang sangat urgent (mendesak) untuk segera diselesaikan. Terutama yang berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar. Mubaligh/Mubalighot dituntut untuk bisa membuat mereka memahami semua materi pelajaran yang disampaikan dengan menggunakan cara-cara yang lebih menyenangkan, sehingga siswa merasa senang dan semangat dalam menerima pelajaran.

Ada sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang dianggap bagus dan bersifat universal untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, yakni Quantum Teaching/ Quantum Learning. Dalam penerapannya, Bobbi de Porter menamai kerangka belajar dan mengajar interaktif ini dengan akronim TANDUR

T : Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan "Apakah manfaatnya bagiku" (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar.
A : Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua santri.
N : Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah "Masukan".
D : Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagi santri untuk "Menunjukan bahwa mereka tahu".
U : Ulangi
Tunjukan santri cara-cara mengulang materi dan menegaskan, "Aku tahu bahwa aku memang tahu ini".
R : Rayakan          
Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.



Cara Mengajar Efektif

Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap mengajar dapat merasakan bahwa mengajar di mana saja adalah suatu hal yang menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat mempengaruhi muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya mengalami kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori dan praktek mengajar sehingga ia dapat terus-menerus meningkatkan cara mengajar. Sepuluh jenis prinsip dasar dalam cara mengajar yang disajikan di bawah ini, dapat dipakai sebagai petunjuk oleh para pengajar guna meningkatkan cara mengajar mereka. 

Menguasai Isi Pengajaran Hukum yang pertama dalam teori “Tujuh Hukum Mengajar” dari John Milton Gregory berbunyi: “Guru harus mengetahui apa yang diajarkan.” Jika guru sendiri mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan disampaikan, ia dapat meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya apa yang dikatakan guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran. 

Mengetahui dengan Jelas Sasaran Pengajaran Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran: 1.    Inti dari sasaran harus disebutkan dengan jelas. 2.    Ungkapan penting dari sasaran harus bertitik tolak dari konsep murid. 3.    Sasaran harus meliputi hasil belajar. 4.    Hasil sasaran yang dapat dicapai. Contoh: Contoh-contoh di atas telah menjelaskan empat macam hasil belajar yang berbeda: pengetahuan, pengertian, sikap, dan ketrampilan. 

Utamakan Susunan yang Sistematis Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan yang semrawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain. Tidak adanya inti, tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan sulit diingat. Oleh sebab itu inti pengajaran harus disusun dengan teratur dan sistematis. 

Banyak Gunakan Contoh KehidupanPada saat mengajar, seringlah menggunakan contoh atau perumpamaan kehidupan sehari-hari atau yang pernah dialami misalnya dalam perdagangan, rental, nilai uts / uas, dan lain sebagainyaContoh kehidupan adalah jembatan antara kebenaran ilmu dan dunia nyata    

Cakap Menggunakan Bentuk Cerita Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata, namun juga boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang memperdalam kesan murid. Bentuk yang paling lazim adalah menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan kebenaran. 

Menggunakan Panca Indera Murid Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual berarti menggunakan panca indera murid. Bahan pengajaran audio visual bukan saja cocok untuk Sekolah Minggu anak-anak, juga untuk Sekolah Minggu pelbagai usia. Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para ilmuwan, namun di dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan gambar-gambar. Itu berarti bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk mengadakan penelitian. Para ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15 bulan, sebagai hasilnya mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang masih dapat diingat oleh murid: bagi murid yang hanya tergantung pada indera pendengaran saja masih dapat mengingat 28%, sedangkan bagi murid yang menggunakan indera pendengaran ditambah dengan indra penglihatan dapat mengingat 78%. 

Melibatkan Murid dalam Pelajaran Melibatkan murid dalam pelajaran dapat menambah ingatan mereka, juga motivasi dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara guru dan murid, selain mengurangi tingkah laku yang mengacau. Misalnya: biarkan murid menggunakan kata-katanya sendiri untuk menjelaskan argumentasi atau pendapatnya; biarlah murid menggali dan menemukan hubungan antar konsep yang berbeda, biarlah murid bergerak sebentar. Jika murid sibuk melibatkan diri dengan pelajaran, maka tidak ada peluang lagi untuk mengacau atau membuat ulah. 

Menguasai Kejiwaan Murid Guru yang ingin memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, tentu harus memahami perkembangan jiwa murid pada setiap usia. Ia juga harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan masalah pribadi mereka. Pengertian antara guru dan murid adalah syarat utama untuk komunikasi timbal balik. Komunikasi yang baik dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih efektif. 

Gunakanlah Cara Mengajar yang Hidup Sekalipun memiliki cara mengajar yang paling baik, namun jika terus digunakan dengan tidak pernah diubah, maka cara itu akan hilang kegunaannya dan membuat murid merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel, untuk menambah kesegaran. 

Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Teladan Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun tidak dapat melaksanakan. Pengajarannya ketat sekali, namun kehidupannya sendiri banyak cacat cela. Cara mengajar yang efektif adalah guru sendiri menjadikan diri sebagai teladan hidup untuk menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang paling berpengaruh. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan antara teori dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehidupan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar

Cara Agar Guru Selalu Diingat Dan Dirindu, Sekarang Dan Selamanya

Kata kunci adalah “Jadilah Bintang dimata dan dihati murid Anda”. Agar anda menjadi guru yang selalu dinanti dan dirindu, sekarang dan selamanya. Lalu, apa kelebihan bintang itu? Apa kualitas Bintang yang akan selalu dinanti dan dirindu? Kualitas bintang itu dapat dilihat dan dirasakan dengan beberapa sebab:

·         Kekuatan sinarnya, prestasinya atau kecemerlangannya dapat dilihat jelas oleh siswa dan anak
·         Daya tariknya, potensinya selalu memberi keuntungan dan kenyamanan bagi siswa dan anak
·         Dampaknya, hasil kerjanya bisa dirasakan nikmat dan menyenangkan siswa
·         Hormatnya,kedudukannya, keistimewanya membawa berkah bagi siswa, sekolah dan siapapun yang terkain dengannya.

Langkah apa yang harus dimiliki agar menjadi Bintang di mata dan di hati murid anda?
1.    Jadilah orang pertama yang selalu mendukung ide dan gagasan siswa

Contoh “Ibu saya usul tidak ada PR lagi” kata siswa. Lalu si ibu ,menjawab ” Iya saya setuju, atau ide menarik, gagasan baik, usulan hebat, ide kreatif, very nice, good..good….TAPI….kita bahas nanti ya, tapi…kita bicakan lain waktu, tapi… kita bahas lagi lebih lanjut…oke guys…”. Lalu, lihat apa reaksi murid Anda?

2.    Jadilah yang pertama membantu siswa

“Bantuan Anda dapat dilihat, dirasakan dan dinikmati oleh siswa”, sehingga menjadi kenangan yang tak terlupakan sepanjang masa.

3.    Jadilah yang pertama membuktikan ide menjadi hasil

“Hari ini kita akan buat kelas ini juara kebersihan”, Anda mulai membersihkan, merapikan, membuat gambar dinding yang unik dan menarik. Lalu, lihat apa yang terjadi dengan murid Anda?

4.    Menjadi yang terakhir meragukan diri dan siswa

“Carilah seribu alasan untuk meragukan diri dan siswa Anda”, jika tidak menemukannya, maka jadilah orang yang selalu positif dan optimis, karena Anda dan kita semua tidak pernah tahu apa yang akan terjadi hari esok. Bisa jadi siswa yang anda anggap paling bodoh dikelas saat ini adalah pengusaha sukses atau pemimpin bangsa ini dimasa depan.Siapa yang tahu?

5.    Jadilah yang terakhir untuk menyerah.

“Siswa bandel, susah faham, Pekerjaan banyak, Tugas Numpuk -Mendidik, Mengajar, Menilai, Mendokumentasikan, Mengenal karakter, Mengenal Potensi siswa, Menyusun Rencana mengajar, Membuat Silabus, Remedi, Pengayaan, pelatihan, Urusan dapur, Kasur, Anak-anak, Dll..Wow, sangat sibuk dan sangat melelahkan!!!”. Anda akan menyerah? Jika ya, maka Anda tidak akan pernah menjadi bintang.

6.    Jadilah yang terakhir untuk menyalahkan.

“Nilai ujian siswa tidak sesuai target, siswa banyak masalah, siswa bosan di kelas, siswa bandel, siswa malas, siswa ribut, dll” Siapa yang salah? Sesungguhnya tidak ada yang perlu disalahkan, yang Anda adalah kontribusi untuk selalu memperbaiki keadaan. Bertanggung jawab seratus persen. Jika Anda mulai menyalahkan orang lain, maka Anda tidak akan menjadi bintang

Tips Agar Anda Dicintai Siswa

Pernahkah Anda sebagai guru ketika tidak di kelas atau saat jalan-jalan untuk acara pribadi kemudian tiba-tiba rindu kepada murid? Jika pernah, berarti benih cinta kepada murid telah merasuk ke dalam jalur darah Anda. Banyak guru yang mengajar hanya sekadarnya, tanpa cinta, tanpa hati, dan tanpa peduli. Yang terpenting masuk kelas, jam selesai, keluar kelas, dan selala satu semester mengeluarkan nilai karena tuntutan sekolah.

Cobalah mengajar dengan cinta, agar Anda dicintai. Meski terasa susah memulainya, namun yakinlah Anda akan tenang, damai, dan nikmat. Berikut tips mengajar dengan cinta.

Siapkan Menu
Ibarat seorang ibu yang menyiapkan makan malam untuk acara keluarga, menu sajian pastilah disiapkan dengan baik agar memberikan kepuasan kepada penikmat masakan tersebut. Begitu pula, guru yang akan memunculkan benih cinta, siapkanlah menu pembelajaran dengan baik agar dapat dinikmati murid dengan baik pula.

Hargai Siswa
Anak adalah anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Hargai anak sebagaimana mereka adalah sosok anak. Bawalah dunia Anda ke dunia mereka. Tiap ucapan anak adalah emas jadi perlu direspon dengan emas pula.

Tersenyumlah
Jika anda tersenyum dengan murid, dia akan memberikan cinta 100 kalinya sebagai pembalasan senyum itu. Kemudian, senyum guru akan disimpan dalam memori anak yang paling dalam. Memori itu pada akhirnya dapat melejitkan potensi diri anak itu sendiri. Senyum adalah multivitamin yang mampu neggairahkan kejiwaan anak.

Jadilah Aktor
Ketika di kelas, jadilah aktor yang mampu menawan murid. Gunakan tangan, hentakan kaki, lirikan, mimik, intonasi suara secara terpadu. Aktor yang baik akan mampu membenamkan kepedulian penontonnya untuk terus terkesima sambil memahami maknanya.

Bersahabatlah dengan mereka
Cinta bukan paksaan. Ia lahir dari perasaan, kehadirannya tidak diundang, perginya tiada yang merelakan. Persahabatan biasanya berakhir dengan percintaan tetapi percintaan tidak pernah berakhir dengan persahabatan. Bersahabatlah dengan siswa secara tulus. Sepanjang hidupnya, siswa akan selalu tulus kepada sahabat gurunya.

Itulah, lima tips dasar bagi guru yang mengajar dengan cinta. Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar menghinakan diri tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat tetapi membangkitkan semangat. Kadangkala kita menyadari betapa dalamnya kita menyintai seseorang, di saat kita sedang kehilangannya. Dan kadangkala kita juga menyadari betapa perlunya cinta seseorang terhadap kita, di saat kita amat memerlukannya.

Ternyata tidak sulit bukan, menjadi seorang guru yang sukses dan professional agar dicintai murid, dirindukan, selalu diingat baik sekarang, dan akan datang