TPQ
merupakan salah satu lembaga pendidikan yang focus terhadap ilmu agama dan
mempunyai peran penting dalam membangun umat. Generasi penerus yang Alim, Faham dan Mandiri diharapkan dapat lahir dari TPQ yang
mempunyai system pendidikan yang baik.
Guru atau
Mubaligh/Mubalighoh adalah salah satu bagian terpenting dari system pendidkan
TPQ. Kemampuan dalam men-translete (menyampaikan) ilmu menjadi tolak
ukur kualitas seorang guru. Cara mengajar yang efektif dan menyenangkan menjadi
hal yang urgent (mendesak) untuk disampaikan guna meningkatkan nilai
seorang guru.
Guru yang
meningkat nilainya diharapkan dapat memberi pelajaran dan pengarahan yang baik
terhadap siswa yang diajar, sehingga seiring dengan semakin berkualitas nya
seorang guru diiringi pula dengan semakin berkualitasnya semua siswa.
·
Apakah anda pernah menjadi siswa ?
·
Ada berapa guru yang telah mengajar anda?
·
Sebutkan lima guru yang anda ingat !
Kenapa
anda mengingatnya?
·
Sebutkan lima guru yang anda lupa !
Kenapa
anda melupakannya ?
Menjadi
seperti sekarang ?
Apakah anda
sebagai guru (mubaligh/mubalighot) ingin bernasib sama seperti beliau (yang
anda lupakan) ?
Jika
tidak mau, apa yang harus anda lakukan ?
Kuncinya
adalah Bagaimana menjadi Guru yang Professional ?, yang bisa mengajar efektif
dan menyenangkan serta selalu di ingat oleh siswa, sekarang, besok, lusa,
sampai yang akan datang.
Anda
mubaligh/mubalighot ?
Banggakah
anda hingga saat ini bisa menyampaikan ilmu agama (red : Qur`an Hadits) ?
Jika ya,
anda termasuk orang yang beruntung.Why ???
Silahkan Check
di bawah ini !
1. Anda
adalah sebaik-baiknya manusia
2. Anda menjadi pewaris para Nabi
3. Anda mendapat Rahmat dari Allah
4. Anda mendapat passive income (pemasukan yang diperoleh tanpa
harus melakukan usaha)
Menjadi Mubaligh/Mubalighot ternyata g’ mudah lho, banyak
tantangannya.
Ga’
Percaya ? check lagi di bawah ini !
1. “Westermind” n kapitalis :
mengukur segalanya dengan uang
Tuntutan zaman yang serba modern dan pola hidup konsumtif secara
tidak langsung mempengaruhi pola pikir untuk selalu mendapatkan uang sebanyak-banyaknya
dan menganggap bahwa segala sesuatu harus dibayar dengan uang yang sebanding
dengan kerja kerasnya.
2. Cepat bosan dan menyerah
Kegiatan mengajar yang terus menerus dan berbagai permasalahan
menyebabkan kebosanan dan sifat mudah menyerah.
3. Menyalahkan orang lain
“Mubaligh paling benar sedangkan orang lain sering dianggap
berbuat salah” adalah pernyataan yang salah dan ini harus dihindari.
4. Pembenaran terhadap kesalahan dan kemalasan
Sering kali mubaligh-mublighot berbuat salah namun dengan ilmu
yang dia miliki dan salah pemahaman akhirnya berusaha mencari dasar/dalil untuk
membenarkan tindakan yang salah.
Mubaligh/Mubalighot
adalah orang yang mulia , maka Jagalah kemuliaan tersebut dengan tetap
menagajar dan memberi contoh yang baik bagi siswa kita.
OK ,
sekarang kita masuk ke dalam kelas…
Survey
membuktikan siswa yang belajar di dalam kelas (saat pengajian), sering kali
merasa : Bete ,Bosan ,Stres ,Jenuh ,Malas ,Pelajaran susah ,Guru Galak.
Setelah
dilakukan penelitian , ternyata ada 3 faktor penyebabnya :
1. Mubaligh/Mubalighot
·
Kurang perhatian
·
Kurang kreatif
·
Kurang senyum
·
Datang terlambat
·
Kurang persiapan
·
Galak
·
Posisi mengajar yang kurang
tepat
·
Tidak rapi
2. Siswa
·
Belum makan
·
Terlambat
·
Tidak membawa buku/materi
·
Sering diejek
·
Sering dimarahi
·
Posisi duduk tidak tepat
3. Kelas (Tempat Mengaji)
·
Kurang nyaman
·
Kurang pencahayaan
·
Kurang bersih
·
Kurang hiasan
·
Papan tulisnya rusak
·
Alat Peraga Rusak
Masalah
yang dihadapi siswa merupakan sesuatu yang sangat urgent (mendesak) untuk
segera diselesaikan. Terutama yang berkaitan langsung dengan proses belajar
mengajar. Mubaligh/Mubalighot dituntut untuk bisa membuat mereka memahami semua
materi pelajaran yang disampaikan dengan menggunakan cara-cara yang lebih
menyenangkan, sehingga siswa merasa senang dan semangat dalam menerima
pelajaran.
Ada
sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang dianggap bagus dan bersifat universal
untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, yakni Quantum Teaching/
Quantum Learning. Dalam penerapannya, Bobbi de Porter menamai kerangka
belajar dan mengajar interaktif ini dengan akronim TANDUR
T : Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan
"Apakah manfaatnya bagiku" (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar.
A : Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum
yang dapat dimengerti semua santri.
N : Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model,
rumus, strategi, sebuah "Masukan".
D : Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagi santri untuk
"Menunjukan bahwa mereka tahu".
U : Ulangi
Tunjukan santri
cara-cara mengulang materi dan menegaskan, "Aku tahu bahwa aku memang tahu
ini".
R : Rayakan
Pengakuan
untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu
pengetahuan.
Cara Mengajar Efektif
Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap
mengajar dapat merasakan bahwa mengajar di mana saja adalah suatu hal yang
menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat
mempengaruhi muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya
mengalami kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori
dan praktek mengajar sehingga ia dapat terus-menerus meningkatkan cara
mengajar. Sepuluh jenis prinsip dasar dalam cara mengajar yang disajikan di
bawah ini, dapat dipakai sebagai petunjuk oleh para pengajar guna meningkatkan
cara mengajar mereka.
Menguasai Isi Pengajaran Hukum
yang pertama dalam teori “Tujuh Hukum Mengajar” dari John Milton Gregory
berbunyi: “Guru harus mengetahui apa yang diajarkan.” Jika guru sendiri
mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan disampaikan, ia dapat
meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya apa yang dikatakan
guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran.
Mengetahui dengan Jelas
Sasaran Pengajaran Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat dengan
jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh liputan
pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam ciri
khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran:
1. Inti dari sasaran harus disebutkan dengan jelas.
2. Ungkapan penting dari sasaran harus bertitik
tolak dari konsep murid. 3. Sasaran
harus meliputi hasil belajar. 4. Hasil
sasaran yang dapat dicapai. Contoh: Contoh-contoh di atas telah menjelaskan
empat macam hasil belajar yang berbeda: pengetahuan, pengertian, sikap, dan
ketrampilan.
Utamakan Susunan yang
Sistematis Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan yang
semrawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain. Tidak adanya inti,
tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan sulit diingat. Oleh
sebab itu inti pengajaran harus disusun dengan teratur dan sistematis.
Banyak Gunakan Contoh
KehidupanPada saat mengajar, seringlah menggunakan contoh atau perumpamaan
kehidupan sehari-hari atau yang pernah dialami misalnya dalam perdagangan,
rental, nilai uts / uas, dan lain sebagainyaContoh kehidupan adalah jembatan
antara kebenaran ilmu dan dunia nyata
Cakap Menggunakan Bentuk
Cerita Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata, namun juga
boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang memperdalam kesan murid.
Bentuk yang paling lazim adalah menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan
kebenaran.
Menggunakan Panca Indera
Murid Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual berarti
menggunakan panca indera murid. Bahan pengajaran audio visual bukan saja cocok
untuk Sekolah Minggu anak-anak, juga untuk Sekolah Minggu pelbagai usia.
Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para ilmuwan, namun di
dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan gambar-gambar. Itu berarti
bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk mengadakan penelitian. Para
ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15 bulan, sebagai hasilnya
mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang masih dapat diingat oleh
murid: bagi murid yang hanya tergantung pada indera pendengaran saja masih
dapat mengingat 28%, sedangkan bagi murid yang menggunakan indera pendengaran
ditambah dengan indra penglihatan dapat mengingat 78%.
Melibatkan Murid dalam
Pelajaran Melibatkan murid dalam pelajaran dapat menambah ingatan mereka,
juga motivasi dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan kesalahpahaman
yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara guru dan murid, selain
mengurangi tingkah laku yang mengacau. Misalnya: biarkan murid menggunakan
kata-katanya sendiri untuk menjelaskan argumentasi atau pendapatnya; biarlah
murid menggali dan menemukan hubungan antar konsep yang berbeda, biarlah murid
bergerak sebentar. Jika murid sibuk melibatkan diri dengan pelajaran, maka
tidak ada peluang lagi untuk mengacau atau membuat ulah.
Menguasai Kejiwaan Murid Guru
yang ingin memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, tentu harus
memahami perkembangan jiwa murid pada setiap usia. Ia juga harus mengetahui
dengan jelas kebutuhan dan masalah pribadi mereka. Pengertian antara guru dan
murid adalah syarat utama untuk komunikasi timbal balik. Komunikasi yang baik
dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih efektif.
Gunakanlah Cara Mengajar
yang Hidup Sekalipun memiliki cara mengajar yang paling baik, namun jika
terus digunakan dengan tidak pernah diubah, maka cara itu akan hilang
kegunaannya dan membuat murid merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan
cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel, untuk menambah kesegaran.
Menjadikan Diri Sendiri
Sebagai Teladan Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun tidak dapat
melaksanakan. Pengajarannya ketat sekali, namun kehidupannya sendiri banyak
cacat cela. Cara mengajar yang efektif adalah guru sendiri menjadikan diri
sebagai teladan hidup untuk menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang
paling berpengaruh. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan antara teori
dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada
kehidupan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar
Cara
Agar Guru Selalu Diingat Dan Dirindu, Sekarang Dan Selamanya
Kata kunci adalah “Jadilah Bintang dimata dan dihati murid
Anda”. Agar anda menjadi guru yang selalu dinanti dan dirindu, sekarang dan
selamanya. Lalu, apa kelebihan bintang itu? Apa kualitas Bintang yang akan
selalu dinanti dan dirindu? Kualitas bintang itu dapat dilihat dan dirasakan
dengan beberapa sebab:
·
Kekuatan
sinarnya, prestasinya atau kecemerlangannya dapat dilihat jelas oleh siswa dan
anak
·
Daya
tariknya, potensinya selalu memberi keuntungan dan kenyamanan bagi siswa dan
anak
·
Dampaknya,
hasil kerjanya bisa dirasakan nikmat dan menyenangkan siswa
·
Hormatnya,kedudukannya,
keistimewanya membawa berkah bagi siswa, sekolah dan siapapun yang terkain
dengannya.
Langkah apa yang harus dimiliki agar
menjadi Bintang di mata dan di hati murid anda?
1.
Jadilah orang pertama yang selalu mendukung ide dan gagasan
siswa
Contoh “Ibu saya usul
tidak ada PR lagi” kata siswa. Lalu si ibu ,menjawab ” Iya saya setuju, atau
ide menarik, gagasan baik, usulan hebat, ide kreatif, very nice,
good..good….TAPI….kita bahas nanti ya, tapi…kita bicakan lain waktu, tapi… kita
bahas lagi lebih lanjut…oke guys…”. Lalu, lihat apa reaksi murid Anda?
2.
Jadilah yang pertama membantu siswa
“Bantuan Anda dapat
dilihat, dirasakan dan dinikmati oleh siswa”, sehingga menjadi kenangan yang
tak terlupakan sepanjang masa.
3.
Jadilah yang pertama membuktikan ide menjadi hasil
“Hari ini kita akan
buat kelas ini juara kebersihan”, Anda mulai membersihkan, merapikan, membuat
gambar dinding yang unik dan menarik. Lalu, lihat apa yang terjadi dengan murid
Anda?
4.
Menjadi yang terakhir meragukan diri dan siswa
“Carilah seribu
alasan untuk meragukan diri dan siswa Anda”, jika tidak menemukannya, maka
jadilah orang yang selalu positif dan optimis, karena Anda dan kita semua tidak
pernah tahu apa yang akan terjadi hari esok. Bisa jadi siswa yang anda anggap
paling bodoh dikelas saat ini adalah pengusaha sukses atau pemimpin bangsa ini
dimasa depan.Siapa yang tahu?
5.
Jadilah yang terakhir untuk menyerah.
“Siswa bandel, susah
faham, Pekerjaan banyak, Tugas Numpuk -Mendidik, Mengajar, Menilai,
Mendokumentasikan, Mengenal karakter, Mengenal Potensi siswa, Menyusun Rencana
mengajar, Membuat Silabus, Remedi, Pengayaan, pelatihan, Urusan dapur, Kasur,
Anak-anak, Dll..Wow, sangat sibuk dan sangat melelahkan!!!”. Anda akan
menyerah? Jika ya, maka Anda tidak akan pernah menjadi bintang.
6.
Jadilah yang terakhir untuk menyalahkan.
“Nilai ujian siswa
tidak sesuai target, siswa banyak masalah, siswa bosan di kelas, siswa bandel,
siswa malas, siswa ribut, dll” Siapa yang salah? Sesungguhnya tidak ada yang
perlu disalahkan, yang Anda adalah kontribusi untuk selalu memperbaiki keadaan.
Bertanggung jawab seratus persen. Jika Anda mulai menyalahkan orang lain, maka
Anda tidak akan menjadi bintang
Tips
Agar Anda Dicintai Siswa
Pernahkah Anda sebagai guru ketika tidak di kelas atau saat
jalan-jalan untuk acara pribadi kemudian tiba-tiba rindu kepada murid? Jika pernah,
berarti benih cinta kepada murid telah merasuk ke dalam jalur darah Anda.
Banyak guru yang mengajar hanya sekadarnya, tanpa cinta, tanpa hati, dan tanpa
peduli. Yang terpenting masuk kelas, jam selesai, keluar kelas, dan selala satu
semester mengeluarkan nilai karena tuntutan sekolah.
Cobalah mengajar dengan cinta, agar Anda dicintai. Meski terasa susah memulainya, namun yakinlah Anda akan tenang, damai, dan nikmat. Berikut tips mengajar dengan cinta.
Siapkan Menu
Ibarat seorang ibu
yang menyiapkan makan malam untuk acara keluarga, menu sajian pastilah
disiapkan dengan baik agar memberikan kepuasan kepada penikmat masakan
tersebut. Begitu pula, guru yang akan memunculkan benih cinta, siapkanlah menu
pembelajaran dengan baik agar dapat dinikmati murid dengan baik pula.
Hargai Siswa
Anak adalah anak
bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Hargai anak sebagaimana mereka adalah
sosok anak. Bawalah dunia Anda ke dunia mereka. Tiap ucapan anak adalah emas
jadi perlu direspon dengan emas pula.
Tersenyumlah
Jika anda tersenyum
dengan murid, dia akan memberikan cinta 100 kalinya sebagai pembalasan senyum
itu. Kemudian, senyum guru akan disimpan dalam memori anak yang paling dalam.
Memori itu pada akhirnya dapat melejitkan potensi diri anak itu sendiri. Senyum
adalah multivitamin yang mampu neggairahkan kejiwaan anak.
Jadilah Aktor
Ketika di kelas,
jadilah aktor yang mampu menawan murid. Gunakan tangan, hentakan kaki, lirikan,
mimik, intonasi suara secara terpadu. Aktor yang baik akan mampu membenamkan
kepedulian penontonnya untuk terus terkesima sambil memahami maknanya.
Bersahabatlah dengan
mereka
Cinta bukan paksaan.
Ia lahir dari perasaan, kehadirannya tidak diundang, perginya tiada yang
merelakan. Persahabatan biasanya berakhir dengan percintaan tetapi percintaan
tidak pernah berakhir dengan persahabatan. Bersahabatlah dengan siswa secara
tulus. Sepanjang hidupnya, siswa akan selalu tulus kepada sahabat gurunya.
Itulah, lima tips
dasar bagi guru yang mengajar dengan cinta. Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi
membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar menghinakan diri tetapi
menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat tetapi membangkitkan
semangat. Kadangkala kita menyadari betapa dalamnya kita menyintai seseorang,
di saat kita sedang kehilangannya. Dan kadangkala kita juga menyadari betapa
perlunya cinta seseorang terhadap kita, di saat kita amat memerlukannya.
Ternyata tidak sulit bukan, menjadi
seorang guru yang sukses dan professional agar dicintai murid, dirindukan,
selalu diingat baik sekarang, dan akan datang
